Sabtu, 23 Juni 2012

Sistem Informasi Rumah Sakit


Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Ideal
Sistem Informasi Rumah Sakit
Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat profesi dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan rumah sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan, pendidikan dan penelitian serta mencakup berbagai tindakan maupun disiplin medis. Agar rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang profesional baik di bidang teknis medis maupun administrasi kesehatan. Sumber daya tersebut harus didukung oleh adanya system informasi yang ideal agar dapat berjalan secara maksimal.
Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) adalah suatu tatanan yang berurusan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. SIMRS ini meliputi input, proses, output, balikan dan kontrol. Dalam analisisnya SIMRS tidak terlepas dari kebutuhan komputerisasi yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
Membuat sistem informasi rumah sakit tentunya tidak mudah. Sistem yang ideal yang mampu mencakup keseluruhan bagian dalam rumah sakit. Dari sub-sistem yang menangani data pasien sampai masalah keuangan perusahaan. Desain sistem informasi rumah sakit sepenuhnya tergantung hasil negosiasi dengan pihak rumah sakit. Bisa dibuat sebuah sistem yang besar yang mencakup keseluruhan aspek dalam rumah sakit, atau bisa juga dipecah-pecah guna menyederhanakan pemetaan masalah. Berikut ini adalah gambaran umum pengembangan system informasi rumah sakit yang dikembangkan :




Beberapa permasalahan dalam kegiatan pengelolaan data di Rumah Sakit, yaitu :
1. Input
Pemasukan/penginputan data pasien masih manual (dengan menuliskan di buku register/buku besar). Ada juga rumah sakit yang sudah menggunakan system informasi komputerisasi, namun terkadang data yang input yang tersedia kurang lengkap (tidak mencantumkan No. RM pasien dan nama petugas  yang memeriksa, atau data penting lainnya)

2. Proses
a) Pencarian data pasien mengalami kesulitan karena harus membuka buku register/buku besar untuk melihat data-datanya (misal, jenis pemeriksaan pasien, dokter yang merujuk, diagnosanya dan lain-lain). Hal ini menunjukkan kesulitan dalam akses data-data yang ada.
b) Kegiatan pengolahan data untuk laporan  masih dilakukan secara manual dengan cara menghitung dari buku register/buku besar menggunakan kalkulator dan tidak menggunakan Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) sehingga menyebabkan kemungkinan kesalahan dalam penghitungan pendapatan, dan jumlah pasien. Hal ini menunjukkan ketidakakuratan pengolahan data.
c) Letak tempat pelayanan dan instalasi  yang terpisah berpotensi dapat  menyebabkan keterlambatan dalam pembuatan laporan karena harus menggabungkan laporan dari semua tempat pelayanan tersebut. Hal ini menunjukkan keterlambatan waktu pelaporan.

3. Output
Laporan atau informasi yang dihasilkan dan dilaporkan tiap bulannya terbatas karena data yang masuk (input) tidak maksimal. Misalnya jika pembukuan secara manual, keterbatasan tenaga akan mengurangi jumlah data yang tercatat. Biasanya pada bebepara rumah sakit, data yang ada hanya berupa laporan pendapatan yang berdasarkan jenis tindakan & cara pembayaran pasien (Askes, Maskin, Irna/umum dan rujukan dari luar serta karyawan). Sedangkan laporan mengenai rata-rata kunjungan pasien perhari, rata-rata kunjungan pasien baru perhari, rasio kunjungan pasien baru dengan total kunjungan, presentase pelayanan spesialistik dan rasio kunjungan pasien dengan radiografer belum dapat tersajikan secara lengkap. Padahal informasi tersebut adalah beberapa kriteria dalam menentukan kinerja pelayanan sebuah rumah sakit.
Karena masalah – masalah tersebut, maka adanya penerapan Sistem Informasi berbasis komputasi akan sangat memudahkan proses pelayanan dalam rumah sakit. Penanganan informasi idealnya diselesaikan dengan komputerisasi bagian melalui pengembangan suatu sistem informasi rumah sakit atau Hospital Information System (HIS). Sistem ini sangat memudahkan penjadwalan, pelacakan pasien, perawatan dan penelusuran data dan riwayat penyakit, pemberian kode, pelaporan hasil dan pembuatan rekening/tagihan. Sehingga teknologi komputer sangat mutlak diperlukan.

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pengembangan sistem informasi dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan,  atau memperbaiki sistem yang telah ada. Terdapat tiga hal yang  mendorong dimulainya pengembangan suatu sistem informasi, yaitu:
1. Banyaknya permasalahan yang timbul dengan system lama yang manual, seperti ketidak beresan system dan perkembangan manajemen rumah sakit yang kompleks
2.Semakin banyaknya kesempatan/peluang yang dapat di maksimalisasi dengan kemudahan tekhnologi
3. Instruksi – instruksi yang beragam dari pihak pimpinan, ataupun keluhan – keluhan dari pasien membutuhkan kecepatan informasi sehingga masalah tersebut dapat tertangani
Dalam pengembangan system, selalu dimulai dari ketiga faktor pendorong tersebut tersebut. Dan perlu menggunakan sebuah metodologi yang dapat digunakan sebagai pedoman. Salah satu metode pengembangan system adalah FAST (Framework for the Application of System Thinking). Adapun fase dalam metode ini adalah sebagai berikut :
1.     Studi pendahuluan
Studi pendahuluan ini untuk mengidentifikasi masalah yang ada, peluang dan tujuan pengembangan system informasi
2.  Analisis Masalah
Tahapan ini bertujuan untuk mengamati dan mempelajari system yang sedang berjalan, mambatasi ruang lingkup, memperhitungkan keuntungan dan kerugian serta menemukan masalah dan solusinya
3. Analisis Kebutuhan
Tahapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi input, proses dan output yang layak serta pembagian job antar bagian berdasarkan kelayakan tekhnis
4. Analisis Keputusan
Tahapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi alternative system, dan menganalisis kelayakan system
5. Perancangan system
Tahapan ini bertujuan melakukan perancangan system berupa perancangan data base, input, output dan antarmuka
6. Membangun Sistem Baru
Tujuan pada tahap ini adalah :
a.     Menerjemahkan hasil rancangan kedalam program komputer sesuai dengan      sumber daya yang tersedia, termasuk Hardware dan software
b.     Menetukan alur informasi yang dikembangkan
7. Penerapan
Pada tahap ini analisis harus dapat memberikan perubahan system dari system lama ke system baru yang lebih baik dan praktis di pakai oleh user. Tahapan ini juga mencakup pelatihan dan penulisan secara manual kepada pengguna sistem
8. Evaluasi Sistem
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan system yang diterapkan dan mencari kemungkinan kesalahan untuk mencegah system error.
Adapun alur system informasi yang diterapkan, idealnya seperti pada gambar berikut :

Penilaian tingkat keberhasilan suatu pelayanan di rumah sakit di tinjau dari tiga faktor, yaitu : tingkat pemanfaatan sarana pelayanan, mutu pelayanan dan tingkat efisiensi pelayanan. Untuk mengetahui status hasil dari ketiga faktor tersebut dibutuhkan sebuah indikator.
Tiga komponen mutu pelayanan di rumah sakit yang bisa dijadikan tolak ukur evaluasi, meliputi :
1. Komponen struktur
Menunjukkan aspek institusional fasilitas pelayanan kesehatan seperti, ukuran, kompleksitas, jumlah dan luasnya unit kerja, jumlah dan kualifikasi staf, peralatan medis dan non medis, struktur oraganisasi, sistem keuangan dan sistem informasi.
2. Komponen proses
Menunjukkan apa yang sesungguhnya dilakukan terhadap pasien untuk mendapatkan pelayanan, termasuk aktivitas pasien dalam mencari pengobatan dan pelayanan, termasuk juga aktivitas pemberi pelayanan kesehatan di dalam membuat diagnosis merekomendasikan pengobatan dan penerapan pengobatan.
3. Komponen outcame (hasil)
Menunjukkan efek pelayanan yang diberikan terhadap tingkat status kesehatan pasien/masyarakat yang dapat berupa perbaikan fungsi fisiologi, psikologis, pengurangan penderita-sakit dan penyakit.

Nah, tentunya tidak mudah membuat suatu system infromasi yang ideal dalam sebuah rumah sakit. Dibutuhkan persiapan yang matang yang diintegrasikan dengan kecanggihan tekhnologi. Sekian tulisan ini semoga bermanfaat.
Wassalam...